Mual dan muntah
Mual dan muntah umumnya terjadi pada hari pertama puasa. Sebab, saat itu sistem pencernaan ikut beradaptasi. Penyebabnya antara lain makan terlalu banyak saat buka puasa, kemudian langsung tidur malam. Makan sahur pun akhirnya dilewatkan karena masih merasa kenyang. "Kalau malam kan metabolisme kita melambat. Jadi saat sahur perut masih terasa penuh dan akhirnya enggak makan sahur.
Cara mencegahnya, jangan makan malam berlebihan, hindari makanan pedas dan asam. Selain itu, selalu manfaatkan waktu untuk makan sahur. Pilihlah makanan berserat tinggi yang membuat rasa kenyang lebih tahan lama.
Diare
Diare juga menjadi masalah paling umum saat menjalani ibadah puasa. Selain karena konsumsi makanan tercemar, diare juga bisa disebabkan oleh konsumsi makanan berlemak terlalu banyak. "Lambung terkejut dan lemak memang lebih sulit dicerna. Kalau berlebihan lemak bisa diare," lanjut Epistel. Diare bisa dicegah dengan menjaga pola makan bergizi seimbang.
Kembung
Terlalu banyak makan dan minum juga bisa menyebabkan perut kembung. Ini menjadi masalah perut yang banyak terjadi saat puasa.Banyaknya cairan akan diserap dan lambung mengeluarkan asam. Jika perut terus diisi makanan dan minuman secara berlebihan, sistem pencernaan akan melambat. Untuk mencegah perut kembung, makanlah secukupnya dan pilihnya jenis makanan yang tinggi serat.
Konstipasi dan Maag
Konstipasi atau susah buang air besar, disebabkan oleh kurangnya konsumsi makanan berserat dan kurang minum. Untuk itu, sangat penting perhatikan asupan makanan saat sahur dan berbuka. Maag alias nyeri pada perut ini bisa disebabkan makan terlalu banyak dan cepat saat buka puasa, makan pedas, dan tidak makan saat sahur. Masalah maag juga paling sering terjadi karena sistem pencernaan belum bisa beradaptasi dengan kondisi perut kosong dalam waktu lama. Meski demikian, masalah ini bisa dicegah dengan makan tinggi serat saat sahur agar kenyang lebih lama.
Asam lambung naik
Naiknya asam lambung atau GERD juga bisa kambuh saat menjalani ibadah puasa. Naiknya asam lambung, bisa terjadi jika sesudah makan sahur maupun berbuka langsung tidur.
Kondisi tidur atau berbaring akan memudahkan makanan, termasuk asam dari lambung naik ke tenggorokan. Untuk itu, hindari makan terlalu banyak sebelum tidur. Idealnya, makan terakhir adalah 2-3 jam sebelum tidur. Hindari juga terlalu banyak kopi yang bisa merangsang produksi asam.
Tips Mengatasi Nyeri Perut Saat Berpuasa
Ada banyak cara untuk mengatasi rasa sakit perut saat puasa. Saat Anda mengidap penyakit mag, misalnya, pilih asupan yang tidak mencetuskan mag dan konsumsi obat tertentu bila perlu. “Penyakit ini (mag) sering menjadi kendala saat berpuasa. Makan sahur wajib untuk dilakukan, hindari makan dalam jumlah besar saat berbuka. Jangan langsung tidur setelah sahur karena hal ini dapat meningkatkan sekresi asam lambung. Selain itu, hindari stres pikiran karena dapat melambungkan produksi asam lambung.
Segera setelah berbuka, mulailah dengan minuman sederhana seperti air putih hingga air kelapa yang memiliki kandungan elektrolit, kemudian lanjutkan dengan makan makanan ringan yang manis seperti kurma. Jenis makanan tersebut dapat menormalkan kadar gula setelah berpuasa seharian, terlebih ia pun mudah diserap oleh tubuh.
Makan secukupnya supaya tidak terjadi peregangan dinding lambung yang berlebihan. Sejatinya, lambung harus berkontraksi secara rileks saat memakan sesuatu, apalagi seharian penuh setelah berpuasa.
“Jangan langsung makan dengan porsi besar, seperti nasi beserta lauk pauk. Berbukalah dengan makanan kecil terlebih dahulu. Makan besar bisa dilakukan satu jam setelah berbuka. Hal ini dilakukan agar kadar gula dalam darah dan cairan tubuh kembali ke posisi normal,” katanya.
Untuk mencegah sakit perut saat berpuasa, jagalah asupan makanan Anda saat berbuka dan sahur. Tak hanya mencermati jenis makanannya, tapi juga jumlah atau porsinya. Tetaplah jalani pola hidup sehat selama bulan Ramadan, seperti olahraga rutin, menjauhi stres, serta tidur cukup. Jika Anda memang memiliki gangguan kesehatan terkait sakit perut, konsultasikan dengan dokter mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan saat berpuasa.
QnC Jelly Gamat Suplemen Kesehatan Penambah Stamina Saat Berpuasa
Bagi anda yang memiliki masalah dengan kesehatan tubuh baik itu penyakit berat ataupun ringan, QnC Jelly Gamat ini adalah satu-satunya solusi pengobatan alternatif yang sangat ampuh dan sudah terbukti berkhasiat dapat mengatasi berbagai macam penyakit.
Kandungan Nutrisi QnC Jelly Gamat yang dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh saat berpuasa :
- Protein 86,8%
- Kolagen 80,0%
- Kalsium
- Mineral
- Mukopolisakarida
- Glucosaminoglycans (GAGs)
- Antiseptik alamiah
- Glucosamine dan Chondroitin
- Saponin
- Omega-3, 6, dan 9
- Asam Amino
- Lektin
- Vitamin dan Mineral
- Gamapeptide
- Cell growth factor
- Glikoprotein
Informasi lebih Lengkap KLIK DISINI
Posted By Pusat QnC Jelly Gamat




0 comments:
Post a Comment